Upaya menciptakan proses pembelajaran yang
bermutu dan berhasil, dapat dilakukan dengan mewujudkan perilaku psikologis
proses pengajaran dan pembelajaran antara pendidik dan peserta didik dapat
berjalan secara efektif dan efisien dalam mencapai tujuan pembelajaran. Hal ini
menunjukkan bahwa psikologi pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting
bagi guru dan dosen (pendidik) dalam melaksanakan proses pembelajaran.
Para
tenaga pendidik dituntut untuk memahami dan menguasai teori dan aplikasi
psikologi pendidikan agar mereka melaksanakan pengajaran dalam proses
pendidikan secara berdayaguna dan berhasilguna. Proses pengajaran dan pembelajarn menghadapi
banyaknya perilaku-perilaku psikologis, baik perilaku individu, kelompok, dan
sosial yang harus dipahami guru atau dosen dan peserta didik. Secara harfiah (Syah, 1997 /
hal. 7)Psikologi berasal dari bahasa Yunani, yang terdiri dari dua kata yaitu :
psyche dan logos. Psyche berarti jiwa dan logos berarti ilmu.
Jadi, psikologi berarti ilmu jiwa. Caplin (Syah, 1997 / hal. 8) mendefinisikan psikologi sebagai “..... the science of human and animal behavior, the study of the organisme in all its variety and complexity as it responds to the flux and flow of the physical and social events which make up the environment”(Psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai perilaku manusia dan hewan, juga penyelidikan terhadap organisme dalam segala ragam dan kerumitannya ketika mereaksi arus dan perubahan lingkungan).
Jadi, psikologi berarti ilmu jiwa. Caplin (Syah, 1997 / hal. 8) mendefinisikan psikologi sebagai “..... the science of human and animal behavior, the study of the organisme in all its variety and complexity as it responds to the flux and flow of the physical and social events which make up the environment”(Psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai perilaku manusia dan hewan, juga penyelidikan terhadap organisme dalam segala ragam dan kerumitannya ketika mereaksi arus dan perubahan lingkungan).
Poerbakawatja dan Harahap
(Syah, 1997 / hal.8) membatasi psiklogi sebagai “cabang ilmu pengetahuan yang
mengadakan penyelidikan aas gejala-gejala dan kegiatan-kegiatan jiwa”. Dimana
gejala-gejala dan kegiatan-kegiatan jiwa tersebut meliputi respon organisme dan
hubungannya dengan lingkungannya. Syah (1997 / hal.9) membuat kesimpulan tentang
pengertian psikologi dari beberapa definisi di atas, dimana psikologi adalah
ilmu pengetahuan yang menyelidiki dan membahas tingkah laku terbuka dan
tertutup pada manusia, baik selaku individu maupun kelompok, dalam hubungannya
dengan lingkungan. Lingkungan dalam hal ini meliputi semua orang, barang,
keadaan dan kejadian yang ada di sekitar manusia.
Menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia (Syah, 1997 / hal.10)
Pendidikan berasal dari kata “didik”, yang mendapat awalan me sehingga menjadi “mendidik” artinya memelihara dan memberi latihan. Dalam memelihara dan memberi latihan diperlukan adanya ajaran, tuntunan, dan pimpinan mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran.Pendidikan ialah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau sekelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan.
Pendidikan berasal dari kata “didik”, yang mendapat awalan me sehingga menjadi “mendidik” artinya memelihara dan memberi latihan. Dalam memelihara dan memberi latihan diperlukan adanya ajaran, tuntunan, dan pimpinan mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran.Pendidikan ialah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau sekelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan.
Menurut McLeod (Syah, 1997 /
hal. 10)dalam bahasa Inggris, education (pendidikan) berasal dari kata educate
(mendidik) artinya memberi peningkatan (to elicit, to give rise to), dan
mengembangkan (to evolve, to develop).Dalam pengertian yang sempit, education
atau pendidikan berarti perbuatan atau proses perbuatan untuk memperoleh
pengetahuan.
Tardif (Syah, 1997 / hal.
10)Secara luas, pendidikan adalah proses dengan metode-metode tertentu sehingga
orang memperoleh pengetahuan, pemahaman, dan cara bertingkah laku yang sesuai
dengan kebutuhan.
Menurut Dictionary of
Psychology (Syah, 1997 / hal. 11)
Pendidikan diartikan sebagai ..... the institutional procedures which are employed in accomplishing the development of knowledge, habits, attitudes etc. Usually the term is applied to formal institution.
Jadi pendidikan berarti tahapan kegiatan yang bersifat kelembagaan (seperti sekolah, madrasah) yang dipergunakan untuk menyempurnakan perkembangan individu dalam menguasai pengetahuan, kebiasaan, sikap dan sebagainya. Pendidikan dapat berlangsung secara informal dan nonformal disamping secara formal seperti sekolah, madrasah dan institusi-institusi lainnya.
Bahkan menurut definisi di atas, pendidikan juga dapat berlangsung dengan cara mengajar diri sendiri (self-instruction)
Pendidikan diartikan sebagai ..... the institutional procedures which are employed in accomplishing the development of knowledge, habits, attitudes etc. Usually the term is applied to formal institution.
Jadi pendidikan berarti tahapan kegiatan yang bersifat kelembagaan (seperti sekolah, madrasah) yang dipergunakan untuk menyempurnakan perkembangan individu dalam menguasai pengetahuan, kebiasaan, sikap dan sebagainya. Pendidikan dapat berlangsung secara informal dan nonformal disamping secara formal seperti sekolah, madrasah dan institusi-institusi lainnya.
Bahkan menurut definisi di atas, pendidikan juga dapat berlangsung dengan cara mengajar diri sendiri (self-instruction)
Poerbakawatja dan Harahap
(Syah, 1997 / hal. 11)Pendidikan adalah usaha secara sengaja dari orang dewasa
untuk dengan pengaruhnya meningkatkan si anak ke kedewasaan yang selalu
diartikan mampu menimbulkan tanggung jawab moril dari segala perbuatannya.
Arthur S. Reber (Syah, 1997
/ hal. 12)Psikologi pendidikan adalah sebuah subdisiplin ilmu psikologi yang
berkaitan dengan teori dan masalah kependidikan yang berguna dalam hal-hal
sebagai berikut:
a.
Penerapan prinsip-prinsip
belajar dalam kelas
b.
Pengembangan dan pembaharuan
kurikulum
c.
Ujian dan evaluasi bakat dan
kemampuan
d.
Sosialisasi proses-proses
dan interaksi proses-proses tersebut dengan pendayagunaan ranah kognitif
e.
Penyenggaraan pendidikan
keguruan
Psikologi
Pendidikan adalah ilmu yang mempelajari bagaimana
manusia belajar dalam pendidikan pengaturan, efektivitas intervensi pendidikan,
psikologi pengajaran, dan psikologi sosial dari sekolah sebagai organisasi. Psikologi pendidikan
berkaitan dengan bagaimana siswa belajar dan berkembang, dan sering terfokus
pada sub kelompok seperti berbakat anak-anak dan mereka yang tunduk pada khusus
penyandang cacat .
Menurut
Muhibin Syah (2002), pengertian psikologi pendidikan
adalah sebuah disiplin psikologi yang menyelidiki masalah psikologis yang
terjadi dalam dunia pendidikan. Sedangkan menurut ensiklopedia amerika, Pengertian psikologi pendidikan
adalah ilmu yang lebih berprinsip dalam proses pengajaran yang terlibat dengan
penemuan – penemuan dan menerapkan prinsip – prinsip dan cara untuk
meningkatkan keefisien di dalam pendidikan.
Sedangkan menurut Witherington, Pengertian
Psikologi pendidikan adalah studi sistematis tentang proses-proses dan faktor-faktor
yang berhubungan dengan pendidikan manusia.
Tardif
(dalam Syah, 1997: 13) juga mengatakan bahwa Pengertian Psikologi Pendidikan
adalah sebuah bidang studi yang berhubungan dengan penerapan pengetahuan
tentang perilaku manusia untuk usaha-usaha kependidikan.
Dari
beberapa pendapat tentang psikologi pendidikan, kami mengambil kesimpulan bahwa
Pengertian
Psikologi Pendidikan adalah ilmu yang
mempelajari tentang perilaku manusia di dalam dunia pendidikan yang
meliputi studi sistematis tentang proses-proses dan faktor-faktor yang
berhubungan dengan pendidikan manusia yang tujuannya untuk mengembangkan dan
meningkatkan keefisien di dalam pendidikan.
Arti Penting Psikologi Pendidikan bagi Guru
dan Dosen (Pendidik)
Seorang pendidik dalam menjalankan tugasnya
sebagai pengajar, pembimbing, pendidik, dan pelatih bagi para murid, siswa dan
mahasiswa, tentunya dituntut untuk memahami dan menguasai tentang berbagai
aspek perilaku dirinya maupun perilaku orang-orang yang terkait dengan
tugasnya, terutama perilaku peserta didiknya dengan segala aspeknya, sehingga
dapat menjalankan tugas dan perannya secara efektif dan efisien, yang pada
gilirannya dapat memberikan kontribusi nyata bagi pencapaian tujuan pendidikan.
Penguasaan guru dan dosen (pendidik) tentang psikologi
pendidikan merupakan salah satu kompetensi yang harus dikuasai guru, yakni
kompetensi pedagodik. Muhibin Syah (2005) mengatakan bahwa diantara
pengetahuan-pengetahuan yang perlu dikuasai guru dan calon guru adalah
pengetahuan psikologi terapan yang erat kaitannya dengan proses belajar
mengajar peserta didik.
Tujuan dan Manfaat dari Psikologi Pendidikan
Adanya masyarakat pendidikan yang menghendaki
agar pengajaran memperhatikan minat, kebutuhan dan kesiapan anak didik untuk
belajar, serta dimaksudkan untuk mencapai tujuan-tujuan sosial sekolah, sudah
barang tentu keadaan psikologi anak/peserta didik harus dipelajari.Dengan
demikian studi psikologi dalam pendidikan sangat vital pula. Sehingga dapat
dirumuskan beberapa tujuan dan manfaat studi psikologi pendidikan, antara lain
:
a.
Untuk membantu para guru dan calon guru, agar
menjadi lebih bijaksana dalam usahanya membimbing anak didiknya dalam
hubungannya dengan proses pertumbuhan belajar.
b.
Agar para guru dan calon memiliki dasar-dasar
yang luas dalah hal mendidik pada umumnya, dan dalam bidang keahliannya pada
khususnya, sehingga anak didik bisa bertambah baik dalam cara belajarnya.
c. Agar
para guru dan calon guru dapat menciptakan suatu sistem pendidikan yang efisien
dan efektif dengan jalan mempelajari, menganalisis, tingkah laku anak didik
dalam proses pendidikan untuk kemudian mengarahkan proses-proses pendidikan
yang berlangsung itu, guna meningkatkan kearah yang lebih baik.
Sumber :
Sumber :
Dr. Iskandar, M.Pd. 2009. Psikologi Pendidikan Sebuah Orientasi Baru.
Jambi: Gaung Persada Press
Abin Syamsudin Makmun. 2003. Psikologi Pendidikan. Bandung: PT. Rosda
Karya Remaja
Tidak ada komentar:
Posting Komentar